Beberapa Cara Melancarkan Asi Sebelum Melahirkan

Ada cara melancakan ASI sebelum melahirkan dimana maksudnya dalah tindakan sebelum melahirkan yang bisa berimbas pada kelancaran ASI pada saat setelah bayi keluar nantinya. Hal yang perlu diperhatikan adalah perawatan untuk payudara ibu yang sedang menyusui dimana penting sekali melakukan pemijatan rutin yang berfungsi untuk melancarkan ASI. Hal ini bisa diawali dengan mengompres payudara dengan air hangat terlebih dahulu kemudian baru dilakukan pemijatan. Langkah pemijatannya anda bisa langsung menanyakan ke dokter spesialis anda atau di internet pada situs kesehatan terpercaya. Karena memang penjelasan dokter yang lebih rinci akan membuat semuanya menjadi lebih elas dan proses pemijatan menjadi lebih bermanfaat kedepannya.

Kemudian untuk posisi menyusui juga sangat penting dalam mempengaruhi kelancaran asi setelah melahirkan. Bahkan kontak kulit ibu dan kulit bayi bisa sangat berimbas juga sehingga sangat penting ika pada saat menyusui kondisi bayi tidak terlalu tertutup baju yang tebal atau telanjang. Hal ini uga berpengaruh pada psikologi anak suatu saat nanti. Sehingga memang untuk mengkondisikan ASI sebelum melahirkan adalah dengan melakukan pemijatan dan juga mengkonsumsi makanan yang bisa membantu melancarkan asi seperti daun katuk, daun bayam dan daun pepaya. Dan bahkan anda bisa mengkonsumsi susu yang memang membantu tubuh memproduksi asi.


Sedangkan untuk cara melancarkan ASI setelah bayi sudah lahir bisa dilakukan dengan banyak hal sperti dengan banyak minum air putih, untuk ibu menyusui dianjurkan meminum 13 gelas per hari atau setara dengan 3 liter air. Kemudian rutin melakukan olahraga terutama olahraga payudara. Makan makanan yang bergizi dan kaya serat. Pilih makanan yang megnadung karbohidrat dan protein yang tinggi. Jika perlu anda bisa mengkonsumsi suplemen ASI yang sudah ada di pasaran serta juga bisa rutin mengkonsumsi susu untuk ibu menyusui. Kemudian ibu juga tidak boleh dalam keadaan stres dan tertekan karena juga bisa mempengaruhi jumlah asi yang keluar. Sehingga memang untuk wanita yang berkarir namun uga menyusui akan sangat rentan sekali mengalami pengurangan asi dan intensitas menyusui sehingga jumlah asipun lambat laun juga berkurang bahkan bisa jadi terhenti.